Setting Modem AHA EC156 di Linux

23 01 2012

1. Masuk ke direktori /etc/usb-modeswitch.d/
#cd /etc/usb-modeswitch.d/

2. Buat file baru dengan nama “12d1:1505”, nama ini diambil dari informasi berdasarkan perintah “lsusb”
#nano 12d1:1505
isi filenya dengan skrip dibawah ini :

DefaultVendor= 0x12d1
DefaultProduct=0x1505

MessageContent=”55534243123456780000000000000011062000000100000000000000000000″

atau download filenya disini

3. Jalankan perintah #wvdialconf

4. Edit file /etc/wvdial.conf menjadi :

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
Baud = 9600
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Phone = #777
Password = aha
Username = aha@aha.co.id

5. Jalankan perintah #wvdial
mulai gunakan browser untuk memeriksa koneksi





Setting Modem Smartfren AC682 di Linux

23 01 2012

1. Masuk ke direktori /etc/usb-modeswitch.d/
#cd /etc/usb-modeswitch.d/

2. Buat file baru dengan nama “” nama ini diambil dari informasi berdasarkan perintah “lsusb” yang hasilnya seperti ini : Bus 005 Device 003: ID 19d2:ffde ONDA Communication S.p.A.
#nano 19d2:ffde
isi filenya dengan skrip dibawah ini :

# ZTE “ffde” modem Smartfren
DefaultVendor= 0x19d2
DefaultProduct=0xffde
TargetVendor= 0x19d2
TargetProductList=”ffdd”

MessageContent=”5553424312345679000000000000061b000000020000000000000000000000″
NeedResponse=1
CheckSuccess=20

atau download filenya disini

3. Edit file /lib/udev/rules.d/40-usb_modeswitch.rules tambahkan baris perintah sebagai berikut sebelum kalimat “LABEL=”modeswitch_rules_end” dengan perintah :

# ZTE “ffde” modem Smartfren ZTE AC682
ATTRS{idVendor}==”19d2″, ATTRS{idProduct}==”ffde”, RUN+=”usb_modeswitch ‘%b/%k'”

4. Reboot Komputer
#reboot

5. Sebelum menjalankan perintah “wvdial” jalankan dulu perintah
#ifconfig eth0 down

6. Jalankan perintah #wvdialconf

7. Edit file /etc/wvdial.conf menjadi :
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Password = smart
Phone = #777
New PPPD = yes
Modem Type = Analog Modem
Stupid Mode = 1
Baud = 9600
Auto DNS = 1
Dial Command = ATDT
Modem = /dev/ttyUSB0
ISDN = 0
Username = smart

8. Jalankan perintah #wvdial
mulai gunakan browser untuk memeriksa koneksi

9. Kalo belum bisa browsing juga kopikan file /etc/ppp/resolv.conf ke /etc/resolv.conf
#cp /etc/ppp/resolv.conf /etc/resolv.conf

10. Jalankan lagi perintah #wvdial
Mestinya setelah ini kita sudah bisa terkoneksi ke Internet. :-)

Untuk distro Linux lain juga bisa :)





Setting wvdial di Slackware 13.37

20 12 2011

Akhirnya hari senin kemarin dapat kesempatan untuk menginstall Slackware 13.37 pada komputer yang saya miliki. Sudah lama sebenarnya ada keinginan untuk menginstall tapi memang belum ada waktu. Saya install Slackware 13.37 dengan xfce sebagai desktop environment-nya karena spesifikasi komputer saya yang kurang memadai.

Tidak enak rasanya kalo punya komputer desktop tapi tidak bisa digunakan mengakses internet. Untuk membuat dial up koneksi pada Slackware dibutuhkan wvdial. Silakan download wvstreams dan wvdial. Installnya pun juga harus berurutan, install wvstreams terlebih dahulu baru kemudian wvdial.

Baru kemudian ubah setting /etc/wvdial.conf. Saya memakai koneksi XL HOTROD 3G+ “goyang gayung” dan modem pcmcia internal Huawei E620. Silakan lihat isi file /etc/wvdial.conf yang saya miliki. Silakan di download.

Jangan lupa tambahkan DNS XL berikut pada /etc/resolv.conf

nameserver 112.215.71.243
nameserver 112.215.71.242

Kalau mau file /etc/resolv.conf. Silakan di download jg.

Silakan bereksperimen. Selamat mencoba.





Setting NFS

23 11 2011

NFS adalah singkatan dari Network File System, yang kali pertama dikembangkan oleh Sun Microsystems pada tahun 80-an, sebagai sarana untuk berbagi file pada lingkungan kerja diskless. NFS menyediakan sarana untuk berbagi file antarjaringan, sehingga suatu mesin dapat mengakses file-file di mesin lain seolah-olah mengakses file sistem lokal.

Protokol ini bekerja dengan sistem client/ server. Server akan meng-export suatu filesistem sehingga dapat di-share di jaringan, selanjutnya, user akan melakukan mounting ke server tersebut. Dengan dukungan NFS yang sudah sangat matang di kernel, berbagai distro kini umumnya telah memasukkan NFS sebagai salah satu file system yang akan di-mount pada saat booting. Dengan demikian, user tidak perlu sama sekali tahu apa yang terjadi. File yang diakses akan terlihat lokal, walaupun tersimpan di mesin berbeda.

Ada persiapan yang harus dilakukan sebelum men-setting NFS.

  1. Pastikan nfs-kernel-server dan nfs-common sudah terpasang
  2. Mensetting IP address komputer server

Setting NFS pada sisi Server

1. Tentukan direktori yang akan di share

2. Edit file /etc/exports

3. Isikan pada baris terakhir dg ketentuan sebagai berikut

  • direktori IP/netmask(option)

Contoh setting yg saya lakukan seperti ini. /home adalah direktori yang akan saya    share. 192.168.1.7/255.255.255.0 adalah IP/netmask nya.

  • /home 192.168.1.7/255.255.255.0(rw,sync,no_subtree_check,no_root_squash,anonuid=1001,anongid=1001)

Restart service NFS menggunakan perintah : # exportfs -ra

Setting pada sisi Client

  1. Buat direktori mounting sebagai tempat NFS akan di mount.
  2. Pada contoh ini, saya membuat direktori mounting pada /mnt/share
  3. Mounting dengan cara seperti ini : # mount 192.168.1.7:/home /mnt/share
  4. Sampai dengan langkah ketiga diatas. NFS sudah ter-mount. Dan dapat dilihat pada direktori /mnt/share. Tapi setiap kali anda ingin menghidupkan komputer anda kembali. Anda harus me-mount ulang seperti cara diatas. Cara yang praktis adalah membuat mounting otomotis pada saat komputer dihidupkan. Dengan cara langkah kelima dibawah ini.
  5. Edit file /etc/fstab. Isi pada baris paling bawah dengan perintah berikut : 192.168.1.7:/home /mnt/share nfs rw,rsize=4096,wsize=4096,hard,intr,async,nodev,nosuid 0 0
  6. Restart komputer anda

Kalau masih bingung juga dengan langkah diatas. Silakan download konfigurasi export dan fstab yang saya miliki. Dan disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Semoga bermanfaat…








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.