Passion Yang Bisa Menggerakkan Kita Untuk Melakukan Apa Yang Kita Mau

1 09 2010

Berawal dari menyaksikan siaran televisi lokal Lampung yang menyajikan tayangan MotivaTalk dengan narasumber Rene Suhardono. Saya sangat asing dengan nama tersebut sehingga memancing rasa ingin tahu saya terhadap orang tersebut. Berselancar di dunia maya adalah solusinya, saya pun mencari tahu tentangnya dan mendapatkan artikel-artikel yang menarik untuk dibaca dan di implementasikan. Berikut adalah beberapa artikelnya.

Rene Suhardono Canoneo:
“Jangan menyerah dalam mencari passion karena suatu saat itu akan muncul. Guna dapat menemukan passion bisa dimulai dengan hal dasar, seperti bertanya pada diri sendiri mengenai apa sih pekerjaan yang kalau dikerjakan membuat hati saya senang? Dalam hal ini saya merekomendasikan untuk kerjakan apa yang Anda cintai, cintai yang Anda kerjakan, kemudian tunjukkan siapa diri Anda.”

Menurut Rene, perbedaan karir dengan job (pekerjaan) berbeda sekali. Job is something that you got from your company (Pekerjaan adalah segala sesuatu yang kita dapat dari perusahaan – Red). Jadi seperti meja yang menjadi bagian dari pekerjaan kita adalah milik perusahaan, tapi karir adalah punya kita. Kita bisa dipecat dari perusahaan tapi kita tidak pernah bisa dipecat dari karir. Karir kita sebagaimana kita melihat karir itu sendiri. Kata Rene, kalau sekarang saya mau menjadi musisi kemudian tahun depan mau menjadi komentator bola maka itu adalah pilihan karir yang saya buat. Kebanyakan dari kita justru menyusun karir sesuai dengan yang dapat mereka lakukan atau ketrampilan (skill) mereka. Kalau orang tuanya mengatakan bila sudah menjadi arsitek maka sampai pensiun bahkan meninggal tetap menjadi arsitek. Saya sangat tidak setuju dengan pandangan tersebut karena karir itu justru mulainya dari dalam diri, yang saya sebut passion (panggilan hati – Red). Passion yang bisa menggerakkan kita untuk melakukan apa pun yang kita mau.

Sejauh mana sih orang bisa mengikuti cara berpikir yang bagus tersebut kalau perusahaannya tidak selalu memberi tempat pada passion orang? Nah, seandainya perusahaan tidak bisa menampung passion Anda maka itu artinya it’s time for you to think about your career and move out (Kini saatnya Anda untuk memikirkan karir Anda dan pindah – Red). Cari tempat yang sesuai dengan karir dan passion kita. Jangan membiarkan diri ada di satu tempat dengan setengah hati karena kita tidak bisa maksimal juga di situ. Apalagi kalau bosnya menyebalkan maka langsung saja pindah.

Tapi sebetulnya kan tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan atau dengan perkataan lain lapangan kerja itu susah. Banyak sekali orang lulus pendidikan sarjana strata satu (S1) dan S2 tidak mendapatkan pekerjaan. Bagaimana dong kita merekonsiliasi kesulitan lapangan kerja itu dengan keinginan untuk mempertahankan passion kita? Great money always follow great works dan great works akan selalu datang dari passion. Kita banyak melihat contoh dari orang-orang yang sudah kita temui, yang sudah saya wawancara. Uang itu adalah tujuan jangka pendek dan saya meyakini bahwa ada yang punya kepentingan yaitu yang menciptakan kita bahwa kita akan selalu bisa memenuhi kebutuhan, tapi kita sendiri yang salah kaprah antara kebutuhan dan keinginan. Kalau memang sudah menentukan dan mengetahui passion kita pada satu hal tertentu, maka embrace your passion. Saya punya satu cerita, ada seorang akuntan tidak pernah bahagia dengan pekerjaannya tapi dia sudah memiliki pendidikan S2. Ternyata passion dia adalah fotografi. Pada saat dia melakukan transisi dari akuntan menjadi fotografer bukan suatu hal yang mudah. Pada lima tahun pertama merupakan sebuah perjuangan. Jadi berat sekali buat dia tapi setelah lima tahun dilalui, saya salut sekali sama dia. Mungkin dia bukan orang memiliki materi yang paling berlebihan yang saya tahu, tapi dia salah satu orang yang paling bahagia yang saya tahu.

Trus bagaimana cara kita mengembangkan diri dalam karir supaya bisa dilirik oleh employer atau orang yang support kita? Begini, sebelum kita dilirik, lebih baik kita menikmati dulu apa yang kita lakukan. Pada saat kita benar-benar menikmati, saat kita benar-benar menggeluti hasrat kita maka orang tidak bisa untuk tidak melirik kita. Kalau kita jalan di pasar dan ada satu orang yang ogah-ogahan menawarkan jualannya, sedangkan ada satu lagi yang matanya saja sudah berbinar. Tentu yang terakhir yang menarik perhatian kita. Yang namanya ketertarikan maka akan menarik perhatian orang lain. Jadi tidak usah dipikirkan bagaimana saya dilirik. Sama saja dengan bagaimana kita bisa dapat jodoh maka kita tidak harus pasang di biro jodoh. Yang saya rekomendasikan adalah do what you love, love what you do, and then show who you are. (Kerjakan apa yang Anda cintai, cintai yang Anda kerjakan, kemudian tunjukkan siapa diri Anda)

Tapi bagaimana bisa meyakinkan pembaca bahwa mengikuti karir sebagai panggilan hati (passion) adalah cara yang tidak kontra produktif karena ada kekhawatiran orang asyik sendiri sehingga malah jadi tidak bisa hidup? Apa contoh-contoh kalau kita bisa mengikuti panggilan hati tetap bisa maju dalam pekerjaan? Nomor satu yang selalu saya katakan kepada mereka adalah yakini betul bahwa pekerjaan ini adalah passion dia. Kalau memang bukan, mulailah cari dari sekarang. Saya sendiri butuh waktu sembilan tahun untuk mengetahui passion saya yang akhirnya diketahui hanya dua hal tadi yaitu makanan dan orang. Yang penting jangan pernah berhenti mencari passion.

Sumber : http://rizka.wordpress.com/2008/10/27/rene-suhardono-canoneo-passion-yang-bisa-menggerakkan-kita-untuk-melakukan-apa-pun-yang-kita-mau/


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: