Pengalaman Migrasi Sistem Operasi & Tips Belajar Linux

9 12 2011

KESULITAN. Kata itulah yang pertama saya rasakan pada saat-saat awal belajar sistem operasi Linux. Dan kata keduanya adalah “PENASARAN”. Banyak orang yang bilang Linux merupakan sistem operasi yang tangguh terutama digunakan sebagai server. Dan banyak kelebihan lainnya. Maka dari itu saya tertarik untuk menggunakannya.

Ketertarikan awal saya dalam menggunakan Linux berawal dari seringnya saya selalu menginstall komputer karena terinfeksi virus serta terjadi kerusakan-kerusakan lainnya. Orang yang baru belajar komputer (apalagi kuliah di jurusan komputer) pasti familiar dengan yang namanya sistem operasi Windows. Karena Windows sudah seperti sistem operasi turunan yang diwariskan dari nenek moyang. Karena hampir semua orang merekomendasikan sistem operasi Windows kepada orang lain.

Saya akui, dulu saya juga termasuk orang membajak Windows karena ketidaktahuan dan pengetahuan yang terbatas yang saya miliki. Teringat dulu saat pertama kali belajar menginstall Windows, mengisikan serial number, menginstall driver, menambahkan aplikasi dan lainnnya. Tibalah tingkat kekesalan saya karena seringnya komputer saya hang tiba-tiba, aplikasi yang rusak dan terinfeksi virus. Maka saya memutuskan bermigrasi, dari sistem operasi bajakan ke sistem operasi operasi open source.

Distro pertama yang saya coba adalah Knoppix (tahun 2005 kalo ga salah). Kesan saya pertama kali “keren banget nih sistem operasi, bisa jalan live CD trus bisa muter musik”. Jadi awal-awal pake Knoppix ya cuma buat dengerin musik aja. Distro selanjutnya Ubuntu 9.10 (Karmic Koala). Coba-coba pake dengan dibantu oleh om google untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi. Trus bisa menyelesaikan skripsi juga dengan distro ini. Thanks to Ubuntu 9.10 (Karmic Koala). Karena rasa keingintahuan yang tinggi barulah saya belajar secara intensif untuk mempelajari sistem operasi Linux.

Bagi yang tertarik bermigrasi dan belajar menggunakan Linux, berikut sedikit tipsnya :

  1. Mulailah dengan distro Live CD, tanpa menginstalasi. Bisa menggunakan distro Ubuntu, LinuxMint, PCLinuxOS, Mandriva, dan lainnya.
  2. Gunakan aplikasi sehari-hari yang sering dipakai seperti aplikasi office, mendengarkan musik, memutar film, dan lainnya.
  3. Jika merasa sudah nyaman dan termudahkan, bisa di install pada harddisk.
  4. Jika terdapat masalah, bertanyalah pada forum-forum distro Linux yang banyak terdapat di internet.
  5. Jangan terlalu sering berganti-ganti distro karena pengaruh orang lain. Banyak yang mengatakan distro yang satu lebih bagus dari distro yang lainnya. Karena akan membuat anda semakin bingung, apalagi bagi pengguna awam.
  6. Linux + internet = wajib.
  7. Jika anda sangat tertarik untuk mempelajari Linux. Anda bisa belajar secara intensif kepada orang yang lebih mengetahui.
Selamat mencoba. Dan rasakan sendiri manfaatnya.

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: